Haul ke-8 Buya DR Syekh Salman Daim, Langkah TNAJ Menuju Mancanegara

BANDARTINGGI, TNAJ.OR.ID – Haul ke-8 Allahuyarham Buya Saidi Syekh DR Salman Daim memperlihatkan perkembangan Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ) dalam mencetak kader ulama, memperluas dakwah lintas negara, dan memperkuat hubungan dengan komunitas Thariqat Naqsyabandiyah di tingkat internasional.
Diantara cita-cita besar Buya DR Syekh Salman Daim adalah mencetak ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama, baik di Indonesia maupun mancanegara.
Cita-cita ini menjadi landasan penting bagi pengembangan TNAJ yang memadukan pembinaan spiritual, penguatan keilmuan, pembentukan adab, serta pengabdian kepada umat.
Perkembangan TNAJ hingga 2026 menunjukkan perluasan pembinaan karena telah memiliki lebih dari 5.000 khalifah dan mewisuda lebih dari 1.000 Syekh Muda dan Syarifah hingga angkatan ke-36.
Sidang Munaqasyah ke-36 yang berlangsung pada 6–15 Oktober 2026 di pusat TNAJ, Rumah Ibadah Suluk Darus Shofa Li Ahli Wafa Bandar Tinggi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi bagian dari proses kaderisasi tersebut.

Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Mursyid TNAJ, Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, S.Ag., M.Hum., mewisuda 164 Syekh Muda dan Syarifah.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari upaya melanjutkan perjuangan Allahuyarham Buya DR Syekh Salman Daim melalui pembinaan generasi penerus yang diharapkan mampu mengembangkan ilmu, menjaga nilai-nilai spiritual, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Syekh Muda Asal Pakistan, Membawa Misi Dakwah ke Mancanegara

Seorang peserta yang diwisuda dalam Sidang Munaqasyah ke-36 adalah Muktaba Haidari Mustafa, warga negara Pakistan yang bergelar Syekh Muda Muhammad Ali Alhamidi.
Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Kanada ini sebelumnya mengikuti ibadah suluk di Rumah Suluk Darul Muqorrobin, Batam.
Setelah menjalani pembinaan tersebut, ia melanjutkan prosesnya dengan mengikuti Sidang Munaqasyah dan tidur istikharah di pusat TNAJ, Bandar Tinggi, Kabupaten Simalungun.
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Muktaba Haidari Mustafa resmi diwisuda sebagai Syekh Muda oleh Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi bersama 163 peserta lainnya.
Kehadirannya menjadi salah satu gambaran jangkauan pembinaan TNAJ yang telah melampaui batas wilayah Indonesia. Latar belakangnya sebagai warga negara Pakistan yang menempuh pendidikan doktoral di Kanada memperlihatkan pertemuan antara perjalanan keilmuan akademik dan pembinaan spiritual dalam lingkungan TNAJ.
Setelah mengikuti wisuda, Syekh Muda Muhammad Ali Alhamidi akan melanjutkan pendidikan doktoralnya di Kanada. Ia juga membawa misi untuk mengembangkan dakwah Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah di mancanegara.
Keterlibatan jemaah dari luar negeri tersebut sejalan dengan cita-cita Buya Syekh Salman Daim untuk melahirkan ulama yang memiliki keluasan ilmu, kedalaman spiritual, dan kemampuan berkontribusi bagi umat di berbagai negara.
Terpilihnya Ketua INC, Perkembangan Penting bagi Naqsyabandiyah Indonesia

Langkah TNAJ menuju mancanegara juga ditandai dengan tasyakuran atas terpilihnya Mudir Ali JATMAN, Prof. Dr. Syekh KH Ali Masykur Musa, sebagai Chairman of International Naqshbandi Council (INC) atau Ketua Majelis Thariqat Naqsyabandiyah se-dunia.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Konferensi Naqsyabandiyah di Bukhara, Uzbekistan, pada akhir September 2026.
Konferensi internasional itu turut dihadiri Ketua Umum Majelis Fatwa Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah, Tuan Guru SM Anwar Sazali Alkholidi, M.Pd., yang diundang dalam kegiatan tersebut.
Sebagai bentuk rasa syukur atas terpilihnya tokoh Thariqat dari Indonesia itu, Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi menggelar tasyakuran dalam rangkaian peringatan Haul ke-8 Allahuyarham Buya DR Syekh Salman Daim.
Terpilihnya Prof Syekh Ali Masykur Musa dalam kepemimpinan INC menjadi perkembangan penting bagi hubungan antarkomunitas Naqsyabandiyah lintas negara. Posisi tersebut diharapkan dapat memperluas komunikasi, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama di antara komunitas Thariqat Naqsyabandiyah dari berbagai negara.
Bagi TNAJ, perkembangan ini berjalan beriringan dengan pembinaan kader di tingkat akar rumput. Kaderisasi di pusat dan daerah menjadi fondasi, sedangkan hubungan internasional membuka ruang komunikasi dan pengembangan dakwah yang lebih luas.
Haul Bukan Sekadar Mengenang, tetapi Melanjutkan Perjuangan

Haul ke-8 Allahuyarham Buya DR Syekh Salman Daim menghadirkan pesan dari Tuan Guru Dr SM Munawar Kholil Alkholidi, S.Th.I, M.Pd.I tentang pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan Buya DR Syekh Salman Daim melalui pendidikan, pembinaan spiritual, dan pengembangan dakwah.
Rangkaian Haul ke-8, Sidang Munaqasyah ke-36, serta tasyakuran atas terpilihnya Ketua INC memperlihatkan tiga aspek yang saling berkaitan dalam perjalanan TNAJ: penghormatan terhadap guru, penyiapan generasi penerus, dan penguatan hubungan internasional.
Wisuda 164 Syekh Muda dan Syarifah, termasuk Syekh Muda Muhammad Ali Alhamidi asal Pakistan, menjadi bagian dari proses kaderisasi tersebut.
Sementara itu, perkembangan kepemimpinan Naqsyabandiyah di tingkat internasional memberikan ruang baru bagi penguatan hubungan antarkomunitas.

Dari Bandar Tinggi, Simalungun, cita-cita Allahuyarham Buya DR Syekh Salman Daim untuk mencetak ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama terus menjadi arah perjuangan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Langkah TNAJ menuju mancanegara pada akhirnya tidak hanya diukur dari jangkauan wilayah, tetapi juga dari kemampuan melahirkan kader yang berilmu, beradab, serta mampu memberikan manfaat bagi umat di Indonesia dan berbagai negara.
Penulis: SM Salamuddin