Janji Allah Kepada Pendakwah

RIMBO BUJANG, TNAJ.OR.ID – Pesan tentang tanggung jawab dakwah dan jaminan keselamatan hidup ditegaskan dalam Al Qur’an Surat Al-Asr. Surat ini memuat prinsip dasar yang menjadi pegangan para pendakwah dalam menjalankan tugasnya mengajak umat kembali kepada Allah.
Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Empat prinsip ini menjadi dasar yang tidak terpisahkan dalam aktivitas dakwah.
Adapun arti Surat Al-Asr adalah: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Para pendakwah dipandang sebagai pihak yang menjalankan perintah watawasau bil-ḥaqq, yaitu mengajak manusia kepada kebenaran. Dalam kajian tasawuf, kebenaran tidak hanya dimaknai sebagai ajaran yang disampaikan secara lisan, tetapi juga sebagai upaya membimbing manusia kembali kepada Allah sebagai Al-Haqq.

Ketua PC Majelis Mursyidin Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ) Kabupaten Indragiri Hulu, Syekh Muda Muhammad Abdul Malik, dalam tausiyah hari pertama pelaksanaan suluk di Rumah Ibadah Suluk Darus Salikin, Rimbo Bujang, Jumat (1/5/2026), menjelaskan untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan metode pembinaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah melalui ajaran Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah, yang dikenal sebagai metode alternatif pembinaan spiritual yang terapan.
Syekh Muda Muhammad Abdul Malik menjelaskan, thariqat merupakan jalan untuk mendekat kepada Allah, sementara suluk adalah proses menempuh jalan tersebut.

Melalui ibadah suluk, seorang hamba dilatih (riyadhah) untuk membersihkan hati, bersungguh-sungguh (mujahadah) dalam beramal saleh, serta menguatkan hubungan dengan Allah secara berkelanjutan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya adab dalam bersuluk dan berthariqat, seperti kesungguhan dalam ibadah, menjaga sikap, serta mengikuti bimbingan mursyid. Menurutnya, tanpa adab, perjalanan ruhani tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa janji Allah kepada para pendakwah dalam Surat Al-Asr bersifat prinsipil. Di antaranya adalah terhindar dari kerugian waktu dalam hidup, memiliki tujuan yang jelas, serta mendapatkan kekuatan dalam menghadapi ujian. Bahkan, amal dakwah yang dilakukan akan terus hidup selama kebenaran itu diamalkan oleh orang lain.
Dengan demikian, bahwa mereka yang menjalankan iman, amal saleh, serta aktif dalam mewasiatkan kembali kepada yang Haqq (Allah) dijanjikan keselamatan dunia dan akhirat.
Surat Al-Asr, menurutnya, menjadi pengingat sekaligus pedoman bahwa jalan dakwah adalah jalan kesuksesan menuju ridha Allah.