Harmoni dari Desa Sihepeng

MADINA, TNAJ.OR.ID – Bagi masyarakat Siabu dan sekitarnya, sosok berwajah teduh namun penuh ketenangan ini tentu bukan orang asing lagi. Ia dikenal bukan hanya karena penampilannya yang unik dan pengusaha ternak kambing yang sukses di desanya, melainkan figur yang perjalanan hidupnya merajut harmoni antara keteguhan iman dan ketulusan kemanusiaan.

Beliau adalah Khalifah Abdullah Karim Sufi, atau yang lebih akrab disapa penduduk setempat dengan panggilan Pak Lubis. Lahir di Mandailing Natal pada tahun 1952, Pak Lubis adalah bukti hidup bahwa kedalaman spiritual tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari lika-liku perjuangan dan pencarian hakikat yang tak kenal lelah.

Pencarian Spiritual yang Tak Kenal Lelah

Ketertarikan Pak Lubis pada dunia spiritual telah bersemi sejak masa muda. Ia bukan tipe pencari ilmu yang berdiam diri, kakinya melangkah melintasi batas geografis demi memuaskan dahaga batin. Pengembaraan batin membawanya berguru kepada beberapa Mursyid di Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Rao di Sumatera Barat, hingga menyeberang ke tanah Malaysia. Namun, Pelabuhan terakhir hati dan jiwanya ditemukan pada Thariqat Naqsyabandiyah al-Khalidiyah Jalaliyah, di bawah bimbingan Buya DR. Syekh Muhammad Nur Ali al-Khalidi.

Bagi beliau, thariqat bukanlah sekadar identitas formal, melainkan komitmen jiwa yang ia pegang teguh hingga akhir hayat.

Salah satu mutiara hikmah yang ia hidupi adalah prinsip keikhlasan mutlak. Beliau percaya bahwa apa yang ada di tangan manusia sejatinya adalah titipan Sang Khalik. Ia bercerita setiap kali selesai melaksanakan kegiatan suluk, beliau selalu menyedekahkan kambing untuk dinikmati bersama jamaah. Ajaibnya, bukannya berkurang, ternaknya justru kian berkembang biak dan bertambah banyak.

Bahkan saat diuji dengan kehilangan 12 ekor kambing karena pencurian menjelang Lebaran 2026, Pak Lubis memilih jalan yang mengejutkan. Alih-alih melapor ke pihak berwajib dengan amarah, beliau bersimpuh meminta kepada Allah agar menghalalkan apa yang diambil pencuri tersebut. Ia melepas hartanya dengan keikhlasan yang paripurna. Justru dengan itu jiwanya semakin mendapatkan ketenangan.

Disiplin Langit: Rahasia Kebugaran di Usia Senja

Di balik fisik yang tetap bugar di usia kepala tujuh, tersimpan rahasia yang ia sebut sebagai “Disiplin Langit”. Sejak tahun 1980 hingga hari ini, Pak Lubis tidak pernah putus menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis.

Beliau mengakui bahwa istiqamah ini membawa berkah luar biasa bagi fisiknya. Hampir tidak pernah tersentuh penyakit, ia menjadi bukti nyata bahwa kepatuhan spiritual seringkali berbuah kesejahteraan jasmani.

Melampaui Sekat perbedaan

Nama Pak Lubis sempat menghiasi jagat maya pada tahun 2024 melalui sebuah video viral berdurasi 2 menit 17 detik. Dalam rekaman tersebut, terlihat aksi spontan yang menggetarkan hati: beliau menuntun seorang tunanetra pemeluk agama Kristen, Opung Panggabean, menuju Gereja GKPA Huta Padomun untuk beribadah.

Aksi sederhana namun bermakna mendalam ini memicu apresiasi positif dari para netizen. Di tengah keberagamannya, pak Lubis membuktikan bahwa Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang bagi nilai-nilai kemanusiaan, dan bahwa harmoni dapat diciptakan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.

Sosok Khalifah Abdullah Karim Sufi adalah pengingat bahwa kesalehan spiritual (Hablum Minallah) haruslah bersenyawa dengan kesalehan sosial (Hablum Minannas).

Dari Desa Sihepeng, beliau mengajarkan teladan hidup tentang bagaimana menjadi pribadi yang taat pada agama sekaligus menjadi rahmat bagi lingkungan sekitarnya.

Penulis: Tuan Guru Dr. SM Munawar Kholil al-Khalidi, S.Th.I, M.Pd.I

Ketua Umum Pimpinan Pusat Majelis Mursyidin TNAJ 

 

Add a Comment

Your email address will not be published.

Pondok Pesantren Darusshofa

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU

IBS Marjanul Qalbi

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU