Tuan Guru Munawar Kholil: Kesempurnaan Sholat Dicapai Lewat Syariat, Thariqat, dan Hakikat

Indragiri Hulu, tnaj.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Majelis Mursyidin Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ), Tuan Guru Dr. SM Munawar Kholil Alkholidi, S.Th.I., M.Pd.I, menerangkan tentang pentingnya memahami kesempurnaan sholat melalui tiga landasan utama: Syariat, Thariqat, dan Hakikat, dalam pengajian rutin jemaah TNAJ di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Sabtu (24/1/2026).

Dalam tausiyahnya, Tuan Guru Munawar Kholil menjelaskan bahwa ilmu Syariat, Thariqat, dan Hakikat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan jemaah Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah.

“Ketiga ilmu ini adalah ilmu dari Allah SWT. Belajar syariat itu penting karena di situlah dasar hukum ibadah. Hakikat penting karena di situlah ruhnya. Sedangkan thariqat adalah jalan yang menggabungkan syariat dan hakikat,” jelas Tuan Guru di hadapan para jemaah.

Beliau menerangkan, ilmu syariat memandang sesuatu dari aspek lahiriah dan hukumnya, sementara ilmu hakikat memandang segala sesuatu dengan kesadaran akan kehadiran Allah SWT di dalamnya. Adapun thariqat menjadi jalan pembelajaran yang menyatukan keduanya secara seimbang.

Menurut Tuan Guru Kholil, hal ini tidak hanya berlaku dalam sholat, tetapi juga dalam seluruh amaliyah ibadah. Ada aspek lahiriah dan batiniah yang harus dipelajari secara utuh agar ibadah tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga hidup secara ruhani.

Sholat Penentu Amal Lainnya

Tuan Guru Munawar Kholil juga mengingatkan bahwa sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT.

“Apabila sholatnya baik, maka ibadah lainnya akan menjadi baik. Di dalam sholat sudah lengkap unsur ibadah, karena itu kita wajib mempelajari ilmu sholat dengan benar,” jelasnya.

Beliau menambahkan, amal ibadah yang dilakukan tanpa ilmu berisiko tertolak. Oleh sebab itu, setiap amalan harus dipahami ilmunya agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Tuan Guru Kholil juga menyinggung pentingnya memahami ilmu sebelum mengamalkan zikir.

Beliau mengutip ungkapan, Afdhaludz dzikri fa’lam annahu laa ilaaha illallah, yang menekankan bahwa zikir terbaik adalah kalimat tauhid, namun harus dipahami ilmunya agar tidak keliru dalam menetapkan dan menafikan sifat bagi Allah SWT.

Thariqat dan Jalan Suluk


Lebih lanjut, Tuan Guru menjelaskan bahwa dalam Thariqat, amalan zikir yang dilakukan jemaah memiliki sanad yang jelas melalui bimbingan guru. Untuk memahami ilmu Thariqat secara mendalam, seseorang perlu melalui jalan suluk, yang ditempuh dengan riyadhah (latihan spiritual) dan mujahadah (kesungguhan).

“Dalam thariqat, apa yang diajarkan guru itulah yang diamalkan, karena zikir kita bersanad,” ungkapnya.

Kesempurnaan Sholat: Lahir dan Batin

Pada pengajian tersebut, Tuan Guru juga menyampaikan materi kesempurnaan sholat yang bersumber dari ajaran Buya DR. Syekh Salman Da’im dalam salah satu kitabnya. Pembahasan dimulai dari aspek syariat, seperti tata cara bersuci mulai dari air, istinja, hingga wudhu.

Selanjutnya, beliau mengulas aspek batiniah sholat, terutama tentang peran hati dalam menghadirkan keimanan dan kekhusyukan, sehingga sholat tidak hanya menjadi gerakan jasad, tetapi juga ibadah hati dan ruh.

Pengajian rutin ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti jemaah dengan penuh antusias, sebagai bagian dari upaya memperdalam pemahaman agama melalui bimbingan dan ajaran Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah.

Kontributor: SM Salamuddin 

Add a Comment

Your email address will not be published.

Pondok Pesantren Darusshofa

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU

IBS Marjanul Qalbi

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU