Tausiyah Idul Fitri Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali tentang Cara Hidup Bahagia

BANDAR TINGGI, TNAJ.OR.ID – Setiap manusia tentu menginginkan hidup bahagia. Ada yang menempuh jalan kebaikan untuk meraihnya, namun ada pula yang menempuh jalan yang justru merugikan diri sendiri.
Pada Idul Fitri 1447 Hijriah, Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ), Almukarrom Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, S.Ag, M.Hum, menyampaikan dua kunci hidup bahagia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Bertakbirlah kita dengan penuh rasa syukur kepada Allah. Syukur merupakan salah satu cara membalas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, agar kelak Allah menambah nikmat-nikmat yang lebih besar dari yang telah kita terima,” sebut Buya pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Rumah Ibadah Suluk Darus Shofa Li Ahli Wafa, pusat Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah di Bandar Rejo, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (20/3/2026).
Buya menjelaskan, ibadah puasa selama satu bulan Ramadan merupakan bentuk rida Allah, sehingga umat Islam dapat menjalaninya dengan penuh kenikmatan.
Hal itu tidak terlepas dari pertolongan Allah. Oleh karena itu, sudah sepantasnya manusia senantiasa menjaga rasa syukur.
Menurut Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, kunci hidup bahagia ada dua.
Pertama, hati yang senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan, yang disebut qalbun salim.
Kedua, lisan yang tidak pernah kering untuk mengingat Allah, yang disebut lisanun zakir.

“Puasa pada bulan Ramadan merupakan sebuah latihan bagi kita untuk meningkatkan kualitas kehambaan dan kualitas ibadah kepada Allah. Tujuannya adalah memperbaiki hubungan kita dengan Allah serta hubungan kita dengan sesama manusia,” jelas Buya.
Oleh sebab itu, kata Buya, setelah Ramadan, diharapkan kualitas ibadah, rasa syukur, ketakwaan, dan kesabaran semakin meningkat sebagai bentuk hubungan kepada Allah. Dengan demikian, ibadah puasa juga mampu memperkuat hubungan antarsesama manusia.
Penulis: Salamuddin