Pengertian Akhlak dan Adab

JAMBI, tnaj.or.id – Dalam ajaran Islam, akhlak dan adab merupakan dua hal penting yang harus dimiliki setiap muslim. Keduanya berkaitan dengan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Majelis Mursyidin Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ), Tuan Guru Dr. SM Munawar Kholil Alkholidi, S.Th.I, M.Pd.I menjelaskan bahwa akhlak dan adab memiliki pengertian yang berbeda meskipun keduanya saling berkaitan.

Hal tersebut disampaikan dalam tausiyah pada kegiatan ibadah suluk Ramadhan di Rumah Suluk Darus Salikin, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Rabu (4/3/2026).

Menurut Tuan Guru Munawar Kholil, akhlak merupakan sikap atau perilaku yang lahir dari kebiasaan seseorang dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

“Akhlak terbagi menjadi dua, yaitu akhlak mahmudah atau akhlak terpuji, dan akhlak mazmumah atau akhlak tercela,” jelasnya di hadapan para jamaah.

Tuan Guru menerangkan, akhlak mahmudah adalah perilaku baik yang dianjurkan dalam ajaran Islam, seperti jujur, sabar, rendah hati, dan menghormati sesama. Sebaliknya, akhlak mazmumah merupakan perilaku yang tercela, seperti sombong, iri hati, dan dengki.

Selain akhlak, Tuan Guru juga menjelaskan tentang adab. Menurutnya, adab merupakan buah dari ilmu yang benar.

“Ibadah melahirkan akhlak, sedangkan ilmu melahirkan adab. Orang yang rajin beribadah akan memiliki akhlak yang baik, tetapi belum tentu memiliki adab yang sempurna. Sebaliknya, orang yang berilmu akan memiliki adab, meskipun tetap perlu menyempurnakannya dengan ibadah,” ujarnya.

Tuan Guru Munawar Kholil menambahkan, seseorang yang memiliki ilmu akan memahami bagaimana bersikap dengan baik kepada Allah SWT, kepada Rasulullah, kepada guru, maupun kepada sesama manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Tuan Guru juga mengingatkan pentingnya menyeimbangkan antara ibadah dan ilmu agar terbentuk pribadi yang tidak hanya berakhlak baik, tetapi juga memiliki adab yang mulia.

“Ilmu dan ibadah harus berjalan beriringan agar lahir pribadi yang berakhlak dan beradab,” jelas Tuan Guru Munawar Kholil.

Kontributor: Ridho

Add a Comment

Your email address will not be published.

Berita Terbaru

Pondok Pesantren Darusshofa

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU

IBS Marjanul Qalbi

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU