Buya Syekh Muhammad Nur Ali: Santri Menjadi Pilar Kekuatan Bangsa Menjaga Peradaban 

Riau, tnaj.or.id – Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus membangun peradaban Islam di Nusantara.

Pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 ini, Guru Besar Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ), Buya DR. Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, S.Ag., M.Hum., menyampaikan pesan penting mengenai peran strategis santri dalam membangun masa depan bangsa.

Dalam pernyataannya, Buya Syekh Muhammad Nur Ali menekankan bahwa santri harus mampu menjawab dan menjadi jawaban atas tantangan peradaban di masa depan. Beliau menyatakan bahwa santri juga merupakan pilar kekuatan bangsa yang harus terus memperkuat nilai-nilai spiritual, intelektual, dan moral.

“Saya mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga santri mampu menjawab dan menjadi jawaban dalam perkembangan peradaban di masa depan serta menjadi pilar kekuatan bangsa. Teruslah semangat dalam mengobarkan jihad ilmu dan akhlak mulia untuk bangsa yang tercinta. Dari pesantren untuk Indonesia dan mancanegara,” ujar Buya Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, Selasa (21/10/2025) di Rumah Ibadah Suluk Darus Shofa Li Ahli Taqwa, Desa Tangga Batu, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Buya Syekh Muhammad Nur Ali juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting sebagai benteng moral dan pusat peradaban ilmu. Menurutnya, pesantren harus menjadi jawaban atas perubahan global dengan berpegang teguh pada kekuatan spiritualitas dan intelektualitas.

Dalam konteks menjaga peradaban dan menjadi pilar kekuatan bangsa, Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ) turut berkontribusi nyata di bidang pendidikan, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pesantren yang tersebar di Indonesia antara lain:

Pondok Pesantren Yayasan DR Syekh Salman Daim di Desa Bandar Rejo, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

 

Pondok Pesantren Darus Shofa di Jalan Pekanbaru – Duri KM 87, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau

 

Pondok Pesantren IBS Marjanul Qalbi di Unit 1 Jalan 2 Desa Printis Makmur Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

 

Pondok Pesantren Darus Shofa di Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Pondok Pesantren Darus Shofa di Desa Air Seru, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kelima pesantren tersebut menjadi pusat pembinaan santri yang berfokus pada penguatan ilmu agama, nilai-nilai tasawuf, adab, tarbiyah ruhiyah, kemandirian, dan cinta tanah air sejalan dengan ajaran Buya DR. Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi.

Para santri mengikuti kurikulum pesantren dan mengikuti ibadah suluk yang dipadukan dengan bimbingan adab, serta pengamalan ajaran Syariat, Thariqat, Hakikat, dan Makrifat, agar santri tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momen reflektif bagi seluruh keluarga besar TNAJ dan umat Islam untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan para ulama dan santri. Melalui pendidikan tarekat dan pesantren, TNAJ terus berkomitmen mewujudkan visi “mencetak ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama,” yakni generasi yang kokoh dalam ilmu, teguh dalam iman, dan luhur dalam akhlak.

Add a Comment

Your email address will not be published.

Pondok Pesantren Darusshofa

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU

IBS Marjanul Qalbi

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU