Pesan Buya Syekh Muhammad Nur Ali pada Tasyakuran 5.000 Khalifah TNAJ

TAZKIYAHMEDIA.COM, SIMALUNGUN – Ratusan jamaah Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-I sekaligus Tasyakuran 5.000 Khalifah yang digelar di Rumah Ibadah Suluk Darus Shofa Lil Ahlil Wafa, Bandar Rejo, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (14/2/2026) malam.
Tasyakuran ini dilaksanakan usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Mursyidin TNAJ yang dibuka langsung oleh Pimpinan Mursyid TNAJ, Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, S.Ag, M.Hum dan Ketua Umum Majelis Fatwa TNAJ, Tuan Guru SM Anwar Sazali Alkholidi, M.Pd.
Pada kesempatan ini, Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali menyampaikan bahwa momentum tasyakuran 5.000 khalifah merupakan tonggak penting dalam penguatan dan pengembangan Thariqat di seluruh Indonesia.
“Ini momentum yang sangat penting untuk memperkokoh persatuan dan membangun silaturahmi antara khalifah, syekh muda, dan jamaah. Komunikasi harus terus diaktifkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Malam ini juga menjadi bagian dari syukuran dalam menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan,” sebut Buya.
Buya menegaskan, dalam menyambut Ramadhan, setiap jamaah harus membersihkan diri dan jiwa. Buya mengibaratkan hal tersebut sebagai “revolusi mental” yang akan melahirkan keberkahan dalam setiap amal serta mendorong perubahan perilaku umat ke arah yang lebih baik.
Buya DR Syekh Muhammad Nur Ali juga menginstruksikan para khalifah di daerah agar membentuk Safari Ramadhan. Dakwah, kata Buya, tidak hanya dilakukan di majelis Thariqat saja, tetapi juga harus menjangkau masjid-masjid di wilayah masing-masing, termasuk memanfaatkan berbagai platform media sosial.
“Gunakan bahasa hikmah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan. Setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda, maka konsep dakwahnya pun harus disiapkan dengan matang,” pesan Buya kepada para Khalifah dan Syekh Muda.
Lebih lanjut, Buya mengingatkan para Khalifah dan Syekh Muda agar senantiasa bersikap rendah hati. Buya menegaskan bahwa capaian 5.000 khalifah bukan semata-mata karena kehebatan pribadi, melainkan atas doa para guru dan ridha Allah SWT.
“Jangan merasa hebat atau lebih mulia dari orang lain. Jangan sampai kesombongan merusak perjuangan yang telah dibangun. Semua ini terjadi atas doa guru-guru kita dan pertolongan Allah,” ungkap Buya.
Pada kesempatan tersebut, Buya juga berpesan kepada seluruh Pimpinan Cabang (PC) Majelis Mursyidin TNAJ di setiap daerah agar segera mendaftarkan keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di wilayah masing-masing sebagai bentuk ketaatan terhadap regulasi dan penguatan legalitas organisasi.
Momentum tasyakuran ini diharapkan menjadi energi baru bagi para khalifah dan jamaah TNAJ untuk terus memperluas dakwah yang menyejukkan, mempererat ukhuwah, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Kontributor : Syawaludin Harahap