Tuan Guru Anwar Sazali: Dua Syarat Menuju Allah

SIAK, tnaj.or.id – Ketua Umum Majelis Fatwa Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ), Tuan Guru Anwar Sazali Alkholidi, M.Pd, menjelaskan bahwa perjalanan seorang hamba menuju Allah tidak cukup hanya dengan ibadah lahiriah, tetapi harus disertai pembenahan batin.
Hal tersebut disampaikan beliau saat pelaksanaan Ibadah Suluk di Rumah Ibadah Suluk Darul Ridho, Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (29/1/2026).
Tuan Guru Anwar Sazali menjelaskan bahwa Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah hadir mengajarkan hati untuk senantiasa mengingat Allah melalui zikir yang terus-menerus dengan latihan (riyadhah) dan sungguh-sungguh (mujahadah).

“Talqin zikir bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang menjelang wafat, tetapi justru lebih penting diamalkan saat masih hidup. Dengan membiasakan hati menyebut asma Allah, seorang hamba sedang mempersiapkan dirinya menghadapi kematian dalam keadaan hati yang telah terbiasa mengingat Allah,” sebut Tuan Guru.
Dalam kesempatan tersebut, Tuan Guru merangkum bahwa ada dua syarat utama agar seorang hamba dapat sampai kepada Allah.
Pertama, mengerjakan amal saleh dengan niat yang lurus semata-mata karena Allah. Beliau mengatakan bahwa banyaknya amal tidak berarti jika tidak ditujukan kepada Allah.
“Salat kalau bukan karena Allah, bukan amal saleh. Puasa kalau bukan karena Allah, juga bukan amal saleh. Amal saleh adalah amal yang dikerjakan dan diniatkan hanya untuk Allah,” jelas Tuan Guru.
Kedua, tidak menyekutukan Allah dalam ibadah, termasuk dalam niat dan tujuan hati. Tuan Guru mengingatkan agar setiap amal dijauhkan dari riya, ingin dipuji, atau mencari pengakuan manusia.

“Kalau beribadah masih ingin dilihat orang, masih ingin dipuji, berarti hati masih menduakan Allah. Allah tidak suka diduakan,” sebut Tuan Guru
Tuan Guru Anwar Sazali menutup tausiyah dengan mengajak para jamaah untuk memperbanyak zikir sebagai jalan menghidupkan hati. Dengan hati yang hidup, seseorang akan lebih mudah menjaga keikhlasan dan merasakan kedekatan dengan Allah dalam setiap ibadah yang dikerjakan.
Ibadah suluk yang berlangsung di Rumah Ibadah Suluk Darul Ridho diikuti jamaah dari berbagai daerah dan diisi dengan rangkaian zikir, pembinaan ruhani, serta penguatan nilai-nilai tauhid dan keikhlasan dalam beribadah.