Tuan Guru Anwar Sazali Ajarkan Kafiat Zikir dan Istighfar yang Benar

DUMAI, tnaj.or.id – Ketua Umum Majelis Fatwa Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ) Tuan Guru SM Anwar Sazali Alkholidi, M.Pd, menyampaikan kajian tentang kafiat zikir serta tata cara istighfar yang benar.

Pada pengajian rutin bersama jamaah TNAJ di Kota Dumai, Selasa (6/1/2026), Tuan Guru menekankan pentingnya memahami makna istighfar dan zikir agar amalan yang dilakukan benar-benar berpengaruh pada kebersihan hati dan kedekatan kepada Allah SWT.

Tuan Guru menjelaskan bahwa langkah awal dalam berzikir adalah dengan kafiat 10 mulai dari menghimpunkan pengenalan dalam hati dan seterusnya hingga mengerjakan zikrullah.

“Semua yang datang dalam pikiran kita kumpulkan ke dalam hati, lalu kita serahkan kepada Allah. Kita sadari bahwa semuanya datang dari Allah dan kita kembalikan kepada-Nya,” jelas Tuan Guru.

Setelah itu, jamaah diajak untuk langsung mengingat Zat Allah. Menurut Tuan Guru, ketika semua telah diserahkan kepada Allah, maka ingatan diarahkan hanya kepada Zat-Nya semata. Setelah ingat Zat Allah, barulah seseorang memohon ampunan kepada Allah dengan beristighfar.

Dalam kajian ini, Tuan Guru juga menjelaskan hitungan istighfar yang berkaitan dengan anggota tubuh lahir dan batin yang kemudian disempurnakan dengan istighfar sebanyak 25 kali.

Artinya setiap anggota tubuh diistigfarkan sebanyak 25 kali. Misalnya mata istigfar 25 kali dan anggota tubuh lainnya juga dengan hitungan yang sama.

Banyak orang sulit merasakan ketenangan batin karena masih terhalang oleh dosa yang belum disadari dan istighfar yang dilakukan tanpa pemahaman,” ujar Tuan Guru.

Istighfar, lanjut Tuan Guru, bertujuan untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh, seperti mata, telinga, hidung, mulut, tangan, kaki, perut, kemaluan termasuk dosa hati.

Tuan Guru juga menerangkan perbedaan antara istighfar dan zikir. Istighfar digunakan untuk memohon ampunan kepada Allah, sedangkan zikir berfungsi sebagai obat bagi penyakit hati.

“Zikir itu obat untuk hati, sedangkan istighfar untuk memohon ampun atas dosa. Zikir menenangkan hati, tapi dosa diampuni dengan istighfar,” jelas Tuan Guru.

Tuan Guru mengingatkan jamaah agar menghadirkan kesadaran dalam hati. Dengan istighfar yang benar dan zikir yang terus dijaga, hati akan menjadi bersih, hijab akan terbuka, dan seorang hamba akan lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kontributor: SM Ali Alhamidi

Add a Comment

Your email address will not be published.

Pondok Pesantren Darusshofa

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU

IBS Marjanul Qalbi

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU