Nasihat Buya: Kunci Menjalin Kebersamaan

Sumut, tnaj.or.id – Kebersamaan merupakan perintah Allah SWT yang memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 103:

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”

Anjuran untuk menjaga kebersamaan dan persatuan juga ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

“Hendaklah kalian selalu bersama jamaah dan jauhilah perpecahan. Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian, dan ia lebih jauh dari dua orang.” (HR. Tirmidzi No. 2165)

Lantas, bagaimana cara menjalankan perintah Allah dan ajaran Nabi Muhammad SAW tersebut agar kebersamaan benar-benar terwujud dalam kehidupan?

Mengutip ajaran Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah (TNAJ), Buya DR. Syekh Muhammad Nur Ali Alkholidi, S.Ag, M.Hum, terdapat dua kunci utama dalam menjalin kebersamaan dan persatuan, baik dalam komunitas, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

Pertama, keimanan kepada Allah SWT. Iman kepada Allah merupakan dasar agama sekaligus nilai fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana tertuang dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Buya, iman kepada Allah tidak cukup hanya diyakini, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kuantitas dan intensitas ibadah yang diiringi dengan kualitas pribadi dalam penghambaan kepada Allah SWT.

“Ketika iman dipraktikkan dengan benar, maka akan melahirkan adab. Dari adab inilah manusia mampu memanusiakan manusia,” jelas Buya.

Nilai tersebut sejalan dengan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Buya menegaskan, apabila iman dan adab telah terbangun dengan baik, maka kebersamaan dan persatuan akan tumbuh secara alami. Inilah yang kemudian mewujudkan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.

“Nah, dua kunci inilah yang akan menciptakan kebersamaan, baik dalam komunitas, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Buya Syekh Muhammad Nur Ali.

Lebih lanjut, Buya menyampaikan bahwa ketika persatuan telah terjalin, maka nilai-nilai musyawarah serta keadilan sosial akan lebih mudah diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Inti kebersamaan yang diajarkan Buya Syekh Muhammad Nur Ali berpangkal pada iman. Iman yang terus diasah melalui peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT.

Tentu hal tersebut membutuhkan latihan (riyadhah) dan kesungguhan (mujahadah), baik melalui pelaksanaan ibadah suluk maupun pengamalan ajaran Thariqat Naqsyabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah.

Dengan proses inilah seseorang diharapkan menjadi pribadi yang beradab, mampu beradaptasi, serta menjalin kebersamaan dalam kehidupan sosial atau hablum minannas.

2 thoughts on “Nasihat Buya: Kunci Menjalin Kebersamaan”

  1. Dr.KH.Syafaruddin Salami Siagian.SHI.MH 27 December 2025

    Keren

  2. Dr.KH.Syafaruddin Salami Siagian.SHI.MH 27 December 2025

    Mantap

Add a Comment

Your email address will not be published.

Pondok Pesantren Darusshofa

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU

IBS Marjanul Qalbi

AYO MONDOK
PENERIMAAN SANTRI BARU