Pengajian Perdana Desa Lubuk Mandarsah Hulu

Jambi, tnaj.or.id – Perkembangan Thariqat Naqsyabandiyah al Khalidiyah Jalaliyah (TNAJ) di Propinsi Jambi semakin menampakkan perkembangannya, khususnya di Kabupaten Tebo. Hal ini dapat dilihat dari penerimaan masyarakat akan keberadaan pengajian yang sudah berjalan di beberapa kecamatan di wilayah KabupatenTebo.
Hal ini diungkapkan oleh pengasuh Pondok Pesantren Marjanul Qalbi Rimbo Bujang yang merupakan ketua umum Majelis Mursyidin TNAJ, Tuan Guru Dr. SM. Munawar Kholil al Khalidi, S.Th.I, M.Pd.I, saat memberikan tausyiah pada pengajian perdana di Dusun Sumber Arum, Desa Lubuk Mandarsah Hulu, Kecamatan Tengah Hilir, Kabupaten Tebo.
Di hadapan para jamaah dan masyarakat yang hadir, Tuan Guru Munawar Kholil menjelaskan bahwa perkembangan TNAJ di Jambi secara umum sudah semakin menyebar khususnya di Kabupaten Tebo.

Pengajian Thariqat Naqsyabandiyah al Khalidiyah Jalaliyah di Lubuk Madrasah
Meskipun penyebaran ajaran thariqat ini dimulai dari daerah pinggiran atau bagian ujung Kabupaten, namun justru membawa dampak keberuntungan karena informasi keberadaan Thariqat ini pada akhirnya juga menyebar ke Kabupaten yang berbatasan dengan Tebo.
Pengajian perdana ini dilaksanakan pada jumat 19 Desember 2025 di kediaman Khalifah Ali Munajat. Dihadiri para jamaah, kepala desa beserta perangkat (BPD, Kadus, RT, RW) serta tokoh-tokoh masyarakat desa Lubuk Mandarsah.
Hadir bersama Tuan Guru yakni ketua Pimpinan Wilayah Majelis Mursyidin TNAJ Provinsi Jambi SM. Khairul Aman, S.Kom dan Ketua Pimpinan Cabang Majelis Mursyidin Kabupaten Tebo SM. Abdullah Affandi.
Dalam sambutannya PJ. Kepala Desa Lubuk Mandarsah Hulu, Arif menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas kehadiran TNAJ di Desa mereka. Dia berharap kehadiran TNAJ di desanya bisa membawa dampak yang positif bagi pembinaan akhlak masyarakat dan turut mewarnai corak kebersamaan masyarakat yang dipimpinnya.
“Kami berharap agar jamaah TNAJ lebih terbuka dan membuka diri menunjukkan identitas ajarannya agar diketahui oleh masyarakat sehingga tidak menimbulkan gejolak dikemudian hari,” ujarnya.
Dia pun bersyukur atas kehadiran Tuan Guru Munawar Kholil dan berharap dengan hadirnya beliau dapat memberikan barokah atas desa yang dipimpinnya.

Pada tausyiah pengajian perdana ini, Tuan Guru menyampaikan pentingnya berthariqat dan berzikir sebagai jalan terdekat untuk sampai kepada Allah. Diawali dengan memperkenalkan TNAJ di hadapan masyarakat yang hadir.
Mulai dari dasar-dasar ajaran dan amalan serta prinsip-prinsip ajarannya mulai dari fikihnya yang bermazhab Syafii, tauhidnya mengikut imam Abu Hasan al Asy’ar dan Abu Manshur al Maturidi serta tasawufnya yang mengikut Imam Junaid al Baghdadi. Hal ini sama persis sebagaimana yang dianut umumnya masyarakat Indonesia yang beraliran Ahl sunnah wal jamaah.
Pada akhir tausyiahnya Tuan Guru Munawar Kholil berpesan kepada para jamaah agar istiqomah mengamalkan thariqat sebagaimana yang diajarkan oleh mursyid serta para masyaikh. “Jangan ditambahi maupun dikurangi. Amalkan sebagaimana yang diajarkan mereka. Jaga sikap selaku jamaah TNAJ,” sebut Tuan Guru.
Kepada kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat beliau juga berpesan jika ingin mengetahui lebih banyak dan lebih detail ajaran thariqat ini tidak cukup hanya sebatas mendengarkan tausyiah. Bahkan tidak mungkin pemahaman thariqat ini bisa didapat hanya dari melalui ceramah, membaca buku dan melalui internet.
Untuk itu jamaah dan pimpinan pengajian di Desa Lubuk Mandarsah Hulu senantiasa terbuka untuk siapapun bertanya dan mengambil talqin zikir Thariqat Naqsyabandiyah al Khalidiyah Jalaliyah pimpinan Buya DR. Syekh Muhammad Nur Ali al Khalidi, S.Ag., M.Hum.